9 menit dibaca

Memahami Perbedaan Saham dan Obligasi, Mana Lebih Untung?

perbedaan saham dan obligasi
Beda saham dan obligasi apa sih? Dalam artikel ini, kita bakal bahas secara lengkap keduanya. Siapkan diri buat nggak bingung lagi tentang perbedaan saham dan obligasi

Investasi dalam pasar keuangan dapat melibatkan berbagai instrumen, dua di antaranya adalah saham dan obligasi. Kedua jenis investasi ini memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami oleh para investor.

Saham mewakili kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan dan memberikan hak atas bagian dari laba serta keputusan perusahaan.

Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah, di mana investor yang membelinya menjadi kreditur dengan hak atas pembayaran bunga dan pokok pada waktu tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan mendalami perbedaan saham dan obligasi. Simak selengkapnya!

Baca juga: Yuk Pahami Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal!

Pengertian Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi merupakan dua jenis investasi yang umum digunakan. Saham mencerminkan kepemilikan dalam suatu perusahaan, sementara obligasi merupakan bentuk utang. Kedua instrumen ini memiliki perbedaan sebagai aset investasi, terutama bagi perusahaan untuk mendanai dan mengembangkan operasional. Mari kita lihat apa perbedaan obligasi dan saham berikut ini.

Apa Itu Saham?

Saham adalah surat berharga yang mewakili kepemilikan sebagian kecil dalam suatu perusahaan. Ketika membeli saham suatu perusahaan, kamu sebenarnya membeli bagian kecil dari perusahaan tersebut, yang disebut sebagai saham.

Investor membeli saham dari perusahaan yang mereka percaya akan mengalami kenaikan nilai. Jika itu terjadi, nilai saham perusahaan juga meningkat. Saham tersebut kemudian dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan.

Oleh karenanya, ketika memiliki saham suatu perusahaan, kamu disebut sebagai pemegang saham karena memiliki hak terhadap pembagian keuntungan perusahaan tersebut.

Baca juga: Kenali Apa Itu Administrasi Keuangan, Fungsi, dan Tujuannya Bagi Perusahaan

Apa Itu Obligasi?

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah sebagai bentuk pinjaman kepada investor. Pemegang obligasi, yang disebut kreditur, memberikan pinjaman sejumlah uang kepada penerbit obligasi.

Sebagai imbalannya, penerbit membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi dan berjanji untuk mengembalikan jumlah pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo.

Dalam situasi kebangkrutan, pemegang obligasi memiliki prioritas hukum untuk menerima pembayaran sebelum pemegang saham sehingga memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi saham.

Obligasi sering menjadi pilihan bagi investor yang mencari pendapatan tetap dan lebih sedikit risiko dibandingkan dengan saham.

Baca juga: Dompet Digital Adalah Solusi Keuangan Modern yang Praktis dan Aman

Perbedaan Mendasar Antara Saham dan Obligasi

Perusahaan menerbitkan saham untuk mengumpulkan modal guna mengembangkan bisnis atau menjalankan proyek-proyek baru. Ada perbedaan penting apakah seseorang membeli saham langsung dari perusahaan ketika diterbitkan di pasar utama atau dari pemegang saham lain di pasar sekunder. Ketika perusahaan menerbitkan saham, hal tersebut dilakukan sebagai imbalan atas uang yang diterima.

Obligasi berbeda dari saham dalam beberapa hal. Pemegang obligasi adalah kreditur bagi perusahaan dan berhak atas bunga serta pengembalian pokok yang diinvestasikan. Kreditur memiliki prioritas hukum dibanding pemangku kepentingan lainnya dalam situasi kebangkrutan dan akan dibayar terlebih dahulu jika perusahaan terpaksa menjual aset.

Sebaliknya, pemegang saham seringkali tidak menerima apa-apa dalam situasi kebangkrutan, menunjukkan bahwa saham pada dasarnya merupakan investasi yang lebih berisiko dibandingkan obligasi.

Baca juga: Mengenal 8 Jenis-jenis Investasi, Pemula Wajib Baca!

Karakteristik Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi tentunya memiliki karakteristik yang berbeda sebagai aset investasi. Selain itu, terdapat pula persamaan karakteristik di antara keduanya yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah penjabarannya.

Karakteristik Saham

  1. Kepemilikan Bagian Perusahaan: Saham mencerminkan kepemilikan sebagian dalam suatu perusahaan oleh pemegang saham.
  2. Hak Partisipasi: Pemegang saham memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan perusahaan, termasuk pemilihan direksi dan kebijakan perusahaan.
  3. Risiko dan Potensi Keuntungan: Saham memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, tetapi juga memiliki potensi keuntungan lebih besar melalui kenaikan harga saham dan dividen.

Karakteristik Obligasi

  1. Surat Utang: Obligasi merupakan surat utang yang menandakan adanya hutang dari penerbit (perusahaan atau pemerintah) kepada pemegang obligasi.
  2. Pembayaran Bunga dan Pokok: Pemegang obligasi menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada tanggal jatuh tempo.
  3. Prioritas Pembayaran: Dalam situasi kebangkrutan, pemegang obligasi memiliki prioritas hukum yang lebih tinggi dibanding pemegang saham, sehingga mereka dibayar terlebih dahulu.

Persamaan Karakteristik Utama

  1. Diterbitkan oleh Entitas Bisnis: Baik saham maupun obligasi diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk memenuhi kebutuhan modal atau pendanaan proyek.
  2. Diperdagangkan di Pasar Keuangan: Keduanya dapat diperdagangkan di pasar keuangan, memungkinkan investor membeli dan menjualnya sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi mereka.
  3. Memiliki Nilai Nominal: Baik saham maupun obligasi memiliki nilai nominal atau nilai nominal yang menentukan nilai asli dari instrumen keuangan tersebut.

Tujuan dan Manfaat Investasi Saham dan Obligasi

Dua instrumen keuangan ini menawarkan tujuan dan manfaat yang berbeda sehingga mencerminkan ragam strategi investasi untuk mencapai pertumbuhan modal, pendapatan tetap, dan pengelolaan risiko.

Tujuan Investasi dalam Saham

Tujuan investasi dalam saham biasanya mencakup pertumbuhan modal jangka panjang dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham. Pemegang saham juga dapat berharap mendapatkan pendapatan tambahan melalui pembagian dividen. Selain itu, investasi saham dapat memberikan hak partisipasi dalam keputusan perusahaan.

Tujuan Investasi dalam Obligasi

Tujuan investasi dalam obligasi umumnya berkaitan dengan mencari pendapatan tetap dan stabilitas. Pemegang obligasi mendapatkan pembayaran bunga yang konsisten serta pengembalian pokok pada tanggal jatuh tempo. Investasi ini sering dianggap lebih aman daripada saham karena karakteristik pembayaran yang lebih terstruktur.

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham dan Obligasi

Keuntungan investasi saham melibatkan potensi kenaikan nilai saham dan dividen. Namun, risiko yang terkait mencakup fluktuasi harga saham dan potensi kerugian jika perusahaan tidak tumbuh seperti yang diharapkan.

Sementara itu, keuntungan investasi obligasi terletak pada pendapatan bunga yang stabil dan prioritas pembayaran saat kebangkrutan. Risiko obligasi melibatkan potensi risiko suku bunga dan risiko kredit.

Perbandingan Risiko dan Pengembalian Saham dan Obligasi

Investasi saham umumnya memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, tetapi juga potensi pengembalian lebih besar. Saham dapat memberikan hasil yang tinggi, tetapi fluktuasi pasar dapat menyebabkan kerugian.

Sebaliknya, obligasi memberikan pendapatan tetap yang lebih aman, tetapi pengembalian jangka panjangnya mungkin tidak setinggi saham. Dalam membuat keputusan investasi, investor sering menimbang risiko dan pengembalian untuk mencapai keseimbangan yang sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko mereka.

Risiko dalam Investasi Saham dan Obligasi

Meskipun menawarkan keuntungan dalam berinvestasi, saham dan obligasi memiliki karakteristik risiko yang perlu diperhatikan. Apa sajakah itu?

Risiko dalam Investasi Saham

Investasi saham melibatkan risiko pasar yang signifikan karena nilai saham dapat berfluktuasi secara drastis. Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, persaingan industri, atau bahkan perubahan dalam manajemen perusahaan dapat mempengaruhi harga saham. Selain itu, risiko likuiditas dan risiko keuangan perusahaan dapat memberikan tantangan tambahan bagi para investor saham.

Risiko dalam Investasi Obligasi

Investasi obligasi memiliki risiko terkait dengan perubahan suku bunga. Ketika suku bunga naik, harga obligasi dapat turun, dan sebaliknya. Selain itu, risiko kredit muncul jika penerbit obligasi mengalami kesulitan finansial atau gagal membayar bunga atau pokok pada tanggal jatuh tempo. Risiko likuiditas juga bisa menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Potensi Pengembalian Saham vs. Obligasi

Potensi pengembalian saham cenderung lebih tinggi daripada obligasi, tetapi sebanding dengan tingkat risiko yang lebih tinggi. Saham dapat memberikan keuntungan melalui kenaikan harga saham dan pembagian dividen.

Sementara itu, obligasi menyediakan pendapatan tetap melalui pembayaran bunga dan pengembalian pokok pada tanggal jatuh tempo. Para investor sering mengevaluasi kombinasi saham dan obligasi dalam portofolio mereka untuk mencapai keseimbangan antara risiko dan pengembalian sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko.

Pilihan Investasi Saham dan Obligasi

Jika tertarik berinvestasi, entah itu saham atau obligasi, alangkah baiknya jika kamu memahami poin-poin di bawah ini sehingga terhindar dari risiko. 

Memilih Investasi Saham yang Tepat

Memilih investasi saham yang tepat melibatkan penelitian mendalam terkait dengan kinerja perusahaan, tren industri, dan faktor-faktor ekonomi yang dapat memengaruhi pasar.

Investasi saham yang baik mempertimbangkan pertumbuhan perusahaan, stabilitas manajemen, dan rekam jejak kinerja saham tersebut. Selain itu, investor perlu memahami profil risiko dan tujuan investasi pribadi untuk memilih saham yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Memilih Obligasi yang Sesuai dengan Profil Risiko

Memilih obligasi yang sesuai dengan profil risiko melibatkan evaluasi terhadap tingkat suku bunga, rating kredit penerbit obligasi, dan jangka waktu investasi. Pemahaman terhadap risiko kredit dan risiko suku bunga dapat membantu investor menyesuaikan portofolio obligasi mereka sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan investasi jangka panjang.

Diversifikasi Portofolio dengan Saham dan Obligasi

Diversifikasi portofolio dengan saham dan obligasi adalah strategi yang umum digunakan untuk mengurangi risiko. Kombinasi investasi saham yang memberikan potensi pengembalian tinggi dengan obligasi yang memberikan pendapatan tetap dapat menciptakan keseimbangan. Dengan diversifikasi, investor dapat mengurangi dampak fluktuasi pasar pada portofolio mereka dan meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Dampak Pasar dan Ekonomi Terhadap Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi merupakan aset investasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara global. Oleh karena itu, jangan lupa perhatikan pembahasan tentang dampak pasar dan ekonomi terhadap kedua instrumen investasi tersebut di bawah ini.

Pengaruh Faktor Pasar terhadap Harga Saham

Pasar memiliki dampak signifikan terhadap harga saham. Faktor-faktor seperti sentimen investor, kondisi ekonomi, dan kinerja industri dapat mempengaruhi nilai saham.

Naik-turunnya indeks pasar saham, berita ekonomi, atau peristiwa global dapat memicu fluktuasi harga saham. Investor perlu memperhatikan perubahan ini dan melakukan analisis pasar secara cermat untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Respons Obligasi terhadap Perubahan Suku Bunga

Obligasi cenderung responsif terhadap perubahan suku bunga. Saat suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun karena obligasi dengan tingkat bunga yang lebih rendah menjadi kurang menarik.

Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga obligasi cenderung naik. Respons ini menciptakan dinamika unik dalam portofolio obligasi dan mempengaruhi keputusan investor terkait dengan jenis obligasi yang akan dipilih.

Korelasi Antara Saham dan Obligasi dalam Konteks Ekonomi

Korelasi antara saham dan obligasi merupakan aspek penting dalam diversifikasi portofolio. Dalam beberapa kasus, saham dan obligasi dapat memiliki korelasi negatif, artinya ketika nilai saham cenderung turun, harga obligasi dapat naik, dan sebaliknya.

Pemahaman tentang korelasi ini memungkinkan investor untuk menciptakan portofolio yang seimbang, mengurangi risiko, dan mengoptimalkan potensi pengembalian, terutama saat menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Kesimpulan

Menilai keputusan investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan pribadi menjadi kunci penting untuk mencapai stabilitas finansial, sementara pemahaman peran saham dan obligasi dalam portofolio keuangan membantu menciptakan strategi investasi yang seimbang dan efektif.

Selain giat berinvestasi, jangan lupa untuk mempermudah transaksi keuanganmu menggunakan dompet digital yang sudah terjamin keamanannya.

Kenyamanan dan keamanan transaksi finansial dapat dengan mudah kamu nikmati dengan BATPay, dompet digital untuk kebutuhan pembayaran.

Yuk, mulai langkah investasimu bersama kemudahan transaksi digital dengan BATPay!

Referensi:

Kenny, T. (2021, October 30). What are the differences between stocks and bonds? The Balance. https://www.thebalancemoney.com/the-difference-between-stocks-and-bonds-417069

Hayes, A. (2023, December 15). Stocks: What they are, main types, how they differ from bonds. Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/s/stock.asp#toc-what-is-the-difference-between-stocks-and-bonds

Mizzart Al Fatih
Mizzart Al Fatih
Content writer aneka topik: finansial, kesehatan, dan video game.

Artikel Terkait

Kenali Manfaat Escrow Account Demi Keamanan Finansial Kamu Terjamin!
Latte Factor
Piramida Keuangan
Scroll to Top
Share to...