14 menit dibaca

10 Panduan Lengkap Cara Memulai Usaha Dari Nol

cara memulai usaha dari nol
Dari ide awal yang cemerlang hingga peluncuran bisnis yang sukses, ikuti rahasia dan tips jitu untuk membangun impian kamu. Ayo, mulai perjalanan kamu menuju keberhasilan dengan semangat dan strategi yang tepat!

Cara memulai usaha dari nol bukan hanya sebuah tantangan, melainkan juga pengalaman yang prosesnya panjang serta memberikan kepuasan. Proses ini seringkali memunculkan pertanyaan tentang langkah-langkah awal yang sebaiknya diambil. Bagaimana cara memulai usaha dari nol?

Ada beberapa pendekatan untuk menciptakan bisnis, dan setiap pendekatan memiliki pertimbangan penting yang perlu diperhatikan. Untuk membantu menghilangkan ketidakpastian dalam proses ini dan meningkatkan peluang kesuksesan, ikuti panduan komprehensif berikut tentang cara memulai usaha dari nol.

Tidak hanya akan memberikan informasi secara umum, tetapi juga akan membimbingmu melalui setiap tahapannya. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan kamu dapat membuka pintu menuju perjalanan sebagai pengusaha sukses.

Baca juga: 40 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil di Tahun 2024!

1. Persiapkan Mindset Yang Tepat Sebelum Memulai

Langkah pertama dalam cara memulai usaha dari nol adalah mempersiapkan pola pikir. Persiapkan mindset yang tepat sebelum memulai bisnis merupakan langkah kritis yang dapat memberikan dampak besar pada perjalanan wirausaha.

Kunci utama dari keberhasilan bisnis sering kali terletak pada konsistensi dan kemampuan untuk selalu melangkah maju. Memiliki mindset yang positif dan tekad kuat akan membantu menghadapi tantangan dengan lebih baik dan memotivasi diri untuk terus belajar dan berkembang.

Seiring perjalanan bisnis yang penuh dinamika, konsistensi dalam tindakan dan kemampuan untuk tetap fokus pada tujuan akan menjadi pondasi kokoh. Ingatlah bahwa perubahan adalah bagian dari proses, dan memiliki kesiapan mental untuk beradaptasi akan memastikan kelangsungan bisnis dalam menghadapi berbagai situasi.

Oleh karena itu, sebelum melakukan cara-cara memulai usaha dari nol tersebut, persiapkan mindset yang positif, terbuka untuk pembelajaran, dan siap untuk menghadapi tantangan dengan semangat yang tidak pernah surut.

Baca juga: 20 Tips Memulai Usaha Dari Nol yang Harus Diterapkan!

2. Menentukan konsep bisnis yang diinginkan atau mengembangkan Ide bisnis 

Menentukan konsep bisnis atau mengembangkan ide bisnis merupakan langkah awal yang krusial dalam memulai usaha. Untuk memastikan kesuksesan bisnis, penting untuk memiliki copywriting efektif guna menyampaikan solusi yang dihadirkan oleh bisnis.

Jika kamu belum memiliki konsep atau ide bisnis jelas, mulailah dengan pertanyaan sederhana seputar hobi, kesukaan, atau keahlian yang dimiliki. Pertimbangkan bagaimana kamu dapat menghadirkan solusi atau memenuhi kebutuhan pasar melalui hobi atau kesukaan tersebut.

Setelah konsep atau ide bisnis terbentuk, pertimbangkan tipe bisnis yang ingin kamu jalani. Apakah kamu berencana untuk membuka franchise yang sudah mapan, menjalankan toko online untuk memanfaatkan potensi pasar digital, atau mungkin mengembangkan model bisnis yang unik dan inovatif? Pilihlah tipe bisnis yang sesuai dengan visi dan nilai bisnis.

Tentu saja, penting juga untuk memikirkan nama bisnis yang menarik dan mudah diingat. Berikut adalah beberapa tips singkat untuk memilih nama bisnis yang cocok:

  1. Relevan dengan Bisnis: Pastikan nama tersebut mencerminkan konsep atau jenis bisnis yang dijalani.
  2. Mudah Diingat: Pilih nama simpel dan mudah diucapkan agar mudah diingat oleh calon pelanggan.
  3. Unik dan Memikat: Cari kata atau frase yang tidak umum digunakan dan dapat menarik perhatian target pasar.

Ingatlah bahwa nama bisnis dapat memberikan kesan pertama kepada pelanggan potensial, sehingga memilihnya dengan bijak akan memberikan nilai tambah bagi bisnis.

3. Membuat Business Plan 

Tidak hanya bisnis besar, membuat rencana usaha juga perlu dilakukan sebagai cara memulai usaha dari nol yang tepat. Membuat business plan merupakan langkah kunci dalam menetapkan fondasi kuat untuk kesuksesan bisnis. Berikut adalah komponen-komponen yang perlu kamu pertimbangkan dalam menyusun business plan secara komprehensif:

  1. Ringkasan Eksekutif

Sajikan gambaran singkat tentang visi dan misi bisnis. Selain itu, jelaskan produk atau layanan yang ditawarkan, target pasar, dan tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.

  1. Deskripsi Bisnis

Rincikan informasi tentang jenis bisnis, struktur hukum, dan sejarah perusahaan. Jangan lupa gambarkan visi untuk pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

  1. Analisis Pasar

Melakukan studi pasar menjadi langkah penting untuk memperoleh pemahaman tentang tren industri, kebutuhan konsumen, dan saingan. Adapun, kamu juga perlu melakukan proses identifikasi segmentasi pasar dan tentukan strategi pemasaran yang tepat.

  1. Strategi Pemasaran

Jelaskan rencana pemasaran, termasuk segmentasi pasar, positioning, dan strategi branding. Tidak lupa, tentukan saluran distribusi dan promosi yang akan kamu manfaatkan.

  1. Rencana Operasional

Gambarkan bagaimana bisnis akan dijalankan sehari-hari. Selain itu, sertakan detail terkait lokasi, peralatan, staf, dan proses operasional.

  1. Manajemen dan Tim

Kenalkan tim manajemen dengan menyajikan pengalaman, keahlian, dan peran masing-masing. Setelah itu, jelaskan struktur organisasi dan tanggung jawab setiap anggota tim.

  1. Proyeksi Keuangan

Sajikan proyeksi keuangan yang termasuk pendapatan, biaya operasional, dan laba bersih. Tidak lupa sertakan analisis break-even point dan proyeksi keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

  1. Rencana Implementasi

Jelaskan langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk mengimplementasikan rencana bisnis. Selanjutnya, tetapkan tenggat waktu dan tanggung jawab untuk setiap langkah.

  1. Analisis Risiko

Identifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi bisnis juga penting untuk dilakukan. Selain itu, sajikan strategi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. 

Baca juga: Panduan Cara Jualan di Instagram Terlengkap di Tahun 2024

4. Mulai melakukan competitor research dan Market

Memulai perjalanan bisnis dengan pemahaman mendalam tentang pasar dan persaingan menjadi langkah strategis yang tak terhindarkan. Dalam tahap ini, menggunakan alat analisis seperti SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan BMC (Business Model Canvas) menjadi kunci untuk membongkar potensi dan tantangan yang ada.

Analisis SWOT memberikan pandangan menyeluruh tentang kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) internal bisnis. Di sisi lain, mengidentifikasi peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) di lingkungan eksternal membantu kamu memetakan strategi yang lebih tepat.

Contoh SWOT Analysis:

  • Kekuatan (Strengths): Tim yang berpengalaman, produk inovatif.
  • Kelemahan (Weaknesses): Keterbatasan dana, ketergantungan pada satu pemasok.
  • Peluang (Opportunities): Pertumbuhan pasar yang signifikan, perubahan tren konsumen.
  • Ancaman (Threats): Persaingan ketat, perubahan regulasi.

Selain itu, business model canvas adalah kerangka kerja visual yang memetakan elemen inti bisnis secara komprehensif. Terdiri dari sembilan blok utama, BMC membantu kamu merinci proposisi nilai, segmen pelanggan, sumber pendapatan, dan elemen-elemen penting lainnya.

Contoh Business Model Canvas:

  • Proposisi Nilai: Produk atau layanan apa yang ditawarkan dan bagaimana itu memberikan nilai kepada pelanggan?
  • Segmentasi Pelanggan: Siapa target pasar kamu? Apa karakteristik dan kebutuhan mereka?
  • Saluran Distribusi: Bagaimana produk atau layanan disampaikan kepada pelanggan?
  • Hubungan Pelanggan: Jenis hubungan yang dibangun dengan pelanggan.
  • Sumber Pendapatan: Bagaimana kamu menghasilkan uang dari produk atau layanan?
  • Sumber Daya Kunci: Aspek apa yang kritis untuk menjalankan bisnis dengan sukses?
  • Aktivitas Kunci: Kegiatan utama yang mendukung proposisi nilai dan operasional bisnis.
  • Mitigasi Risiko: Tindakan yang diambil untuk mengurangi risiko dan ketidakpastian.
  • Struktur Biaya: Biaya utama yang terkait dengan menjalankan bisnis.

5. Tentukan target pembeli dan calon kustomer

Menentukan target pembeli atau calon pelanggan adalah langkah penting dalam merancang strategi pemasaran yang efektif. Salah satu alat yang sangat berguna untuk mendefinisikan target ini adalah buyer persona.

Kalau begitu, apa itu buyer persona?

Buyer persona adalah representasi semi-fiksi dari karakteristik khas pelanggan ideal atau calon pembeli. Ini mencakup informasi demografis, perilaku, kebutuhan, dan preferensi yang membantu memahami secara mendalam siapa target pasarmu.

Berikut adalah tips singkat menentukan buyer persona:

  1. Riset Pelanggan

Melakukan identifikasi data demografis seperti usia, jenis kelamin, dan lokasi geografis. Jangan lupa tinjau perilaku pembelian dan preferensi produk atau layanan.

  1. Wawancara dan Survei

Lakukan wawancara dengan pelanggan yang sudah ada. Gunakan survei untuk mendapatkan pandangan langsung dari target pasar.

  1. Segmentasi Pelanggan

Kelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik serupa. Fokus pada kebutuhan dan tantangan bersama dalam setiap kelompok.

  1. Buat Profil

Rinci informasi tentang kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan kegiatan pelanggan. Tinjau nilai-nilai dan motivasi yang mendorong keputusan pembelian.

  1. Berikan nama dan wajah

Beri nama dan wajah pada buyer persona untuk membuatnya lebih hidup. Hal ini membantu tim pemasaran dan penjualan berhubungan secara emosional dengan target pasar.

Berikut adalah contoh buyer persona:

Nama: Maya Irawati

Demografi: Wanita, usia 28 tahun

Lokasi: Jakarta, Indonesia

Pekerjaan: Profesional di bidang pemasaran

Pendapatan: Menengah ke atas

Perilaku Pembelian:

  • Cenderung berbelanja secara online.
  • Mengutamakan merek yang berfokus pada keberlanjutan.

Kebutuhan dan Tantangan:

  • Membutuhkan produk yang efisien dengan gaya hidup sibuk.
  • Tantangan untuk menemukan produk yang sesuai dengan nilai keberlanjutan.

Preferensi Produk:

  • Minat pada produk-produk organik dan ramah lingkungan.
  • Preferensi terhadap merek lokal yang mendukung komunitas.

Dengan memahami karakteristik seperti ini, tim pemasaran dapat menyusun strategi yang lebih terarah dan membuat pesan pemasaran yang lebih relevan. Buyer Persona membantu dalam personalisasi pesan, meningkatkan konversi, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

6. Menyiapkan Modal Usaha

Menyiapkan modal usaha merupakan langkah penting dalam mewujudkan impian bisnis dari nol. Tak perlu terpaku pada anggapan bahwa sukses bisnis hanya dapat diraih dengan modal besar.

Sebaliknya, fokuslah pada pendekatan bertahap yang memungkinkan kamu memulai dengan modal kecil. Internal funding bisa dimanfaatkan, seperti menggunakan tabungan pribadi, aset, atau mendapatkan sumbangan dari anggota keluarga dan teman dekat.

Selain itu, alternatif external funding juga dapat dijelajahi. Cari pinjaman dari lembaga keuangan atau ajukan proposal bisnis kepada investor yang tertarik dengan ide bisnis. Selain internal dan external funding, ada beberapa ide pendanaan tambahan yang bisa dipertimbangkan.

Crowdfunding bisa menjadi pilihan, dengan menggunakan platform crowdfunding untuk mengumpulkan dana dari banyak orang. Sementara itu, ikuti kompetisi bisnis yang menawarkan hadiah berupa pendanaan atau investasi. Program akselerator dan inkubator bisnis juga dapat memberikan dukungan finansial dan mentoring.

Layanan pinjaman mikro atau P2P lending bisa menjadi opsi yang lebih mudah diakses oleh bisnis kecil. Selain itu, eksplorasi program hibah dari pemerintah atau NGO dapat memberikan tambahan sumber dana. Untuk membangun keterlibatan lokal, pertimbangkan investasi dari kelompok masyarakat setempat dengan menawarkan saham atau bentuk investasi lainnya.

7. Mengurus Legalitas Bisnis

Mengurus legalitas bisnis merupakan langkah kritis untuk memastikan operasional sesuai dengan regulasi dan norma hukum yang berlaku. Dalam rangka menghindari masalah hukum dan memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan bisnis, ikutilah panduan praktis berikut ini.

  1. Pilih Struktur Hukum yang Tepat

Tentukan apakah bisnis akan berbentuk perseroan terbatas (PT), firma, atau entitas hukum lainnya. Pemilihan struktur hukum akan memengaruhi tanggung jawab, perlindungan aset, dan kewajiban pajak bisnis.

  1. Daftarkan Bisnis

Proses pendaftaran bisnis melibatkan pendaftaran nama perusahaan, penyusunan akta pendirian (bagi PT), dan pengajuan dokumen ke kantor pemerintah terkait. Pastikan untuk memahami persyaratan dan prosedur yang berlaku di wilayah hukum tempat bisnis beroperasi.

  1. Peroleh Izin Bisnis yang Diperlukan

Identifikasi jenis izin yang diperlukan sesuai dengan jenis bisnis. Proses pengajuan izin dapat melibatkan otoritas setempat, seperti Dinas Perizinan atau Badan Usaha.

  1. Kelola Hak Kekayaan Intelektual

Lindungi merek dagang, paten, atau hak cipta yang terkait dengan bisnis. Proses ini membantu mencegah tindakan pelanggaran hak kekayaan intelektual dan melindungi aset bisnis.

  1. Pahami Kewajiban Pajak

Daftarkan bisnis di Kantor Pajak untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pahami kewajiban pajak bisnis, termasuk pajak penghasilan, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan perpajakan lainnya yang relevan.

  1. Buat dan Pertahankan Dokumen Hukum

Susun kontrak bisnis yang jelas dan tahan hukum, termasuk perjanjian kerja, perjanjian sewa, dan kontrak dengan pihak ketiga. Perbarui dokumen secara berkala untuk mencerminkan perubahan dalam bisnis.

  1. Pahami Hak dan Kewajiban Karyawan

Pastikan memahami dan mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Sediakan kontrak kerja yang mengatur hak dan kewajiban karyawan secara jelas.

  1. Lindungi Data Pelanggan dan Kepatuhan Privasi

Amankan data pelanggan dan pahami regulasi privasi data yang berlaku. Pastikan kepatuhan terhadap undang-undang privasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi.

8. Persiapkan Peralatan dan Software kebutuhan Perusahaan

Persiapan peralatan dan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan merupakan langkah kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas tim.

Dompet digital adalah salah satu perangkat lunak atau aplikasi yang mulai digunakan oleh perusahaan untuk melakukan transaksi secara internal. Tentunya, BATPay merupakan dompet digital yang cocok digunakan untuk kebutuhan ini dengan fitur pencatatan transaksi.

Oleh sebab itu, kamu bisa menggunakan dompet digital seperti BATPay untuk kebutuhan transaksi harian. Nah, selain dompet digital, berikut adalah beberapa aspek peralatan atau software yang perlu dipertimbangkan:

Peralatan Kantor:

  • Pastikan ketersediaan peralatan dasar seperti komputer, laptop, printer, dan perangkat keras kantor lainnya.
  • Contoh: Laptop bisnis dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Perangkat Lunak Produktivitas:

  • Pilih perangkat lunak yang mendukung produktivitas, seperti Microsoft Office atau Google Workspace untuk keperluan pengolahan dokumen, spreadsheet, dan kolaborasi tim.
  • Contoh: Microsoft Excel untuk analisis data atau Google Docs untuk kolaborasi dokumen secara real-time.

Sistem Operasi dan Keamanan:

  • Pastikan semua perangkat menggunakan sistem operasi yang terkini dan memiliki langganan keamanan yang memadai.
  • Contoh: Windows 10 Pro dengan perangkat lunak keamanan seperti antivirus yang terkini.

Peralatan Jaringan dan Koneksi Internet:

  • Pastikan kualitas peralatan jaringan seperti router dan switch untuk mendukung konektivitas yang stabil.
  • Contoh: Router WiFi berkualitas tinggi untuk menyediakan jaringan yang andal.

Perangkat Keras Khusus:

  • Sesuaikan peralatan dengan kebutuhan spesifik perusahaan, misalnya, kamera dan mikrofon berkualitas tinggi untuk keperluan konferensi video.
  • Contoh: Kamera Logitech C920 untuk pertemuan virtual yang jelas dan terinci.

Perangkat Lunak Manajemen Proyek:

  • Pilih platform manajemen proyek seperti Trello, Asana, atau Jira untuk mengorganisir tugas dan proyek tim.
  • Contoh: Penggunaan Trello untuk melacak progres tugas-tugas tim secara visual.

Keperluan Desain dan Kreatif:

  • Sediakan perangkat lunak desain grafis seperti Adobe Creative Cloud untuk tim yang memiliki kebutuhan kreatif.
  • Contoh: Adobe Photoshop atau Illustrator untuk desain visual dan materi pemasaran.

Sistem Keuangan dan Akuntansi:

  • Pilih perangkat lunak keuangan dan akuntansi seperti QuickBooks atau Zahir Accounting untuk mengelola keuangan perusahaan.
  • Contoh: QuickBooks Online untuk pencatatan transaksi keuangan yang mudah dan terorganisir.

Perangkat Lunak Keamanan Data:

  • Gunakan perangkat lunak keamanan data seperti VPN (Virtual Private Network) untuk melindungi data bisnis yang sensitif.
  • Contoh: NordVPN untuk menjaga keamanan koneksi internet dan melindungi data dari potensi ancaman.

Perangkat Lunak Komunikasi Internal:

  • Pilih platform komunikasi internal seperti Slack atau Microsoft Teams untuk meningkatkan kolaborasi tim.
  • Contoh: Penggunaan Slack sebagai saluran komunikasi instan antar anggota tim.

9. Pasarkan Bisnis Kamu!

Mempromosikan bisnis dengan efektif merupakan langkah penting dalam menarik perhatian dan membangun keberhasilan jangka panjang. Ada beberapa strategi bisnis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik bisnis.

Pertama, memiliki website yang informatif dan menarik adalah langkah utama dalam keberadaan online. Website dapat memberikan informasi lengkap tentang produk atau layanan yang ditawarkan, serta visi dan misi perusahaan.

Selanjutnya, manfaatkan digital marketing untuk mencapai audiens yang lebih luas. Iklan online, email marketing, dan kampanye digital dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan produk atau layanan kepada target pasar.

Optimisasi website dengan SEO (Search Engine Optimization) juga penting agar mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui mesin pencari. Penggunaan kata kunci yang relevan, deskripsi meta menarik, dan pembaruan konten secara teratur dapat meningkatkan peringkat website.

Membuat konten yang relevan seperti artikel blog, video tutorial, atau panduan informatif dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Konten-konten ini tidak hanya memberikan nilai tambah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.

Pemanfaatan social media menjadi strategi penting untuk membangun brand awareness. Dengan membuat profil bisnis di platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau LinkedIn, bisnis dapat berinteraksi dengan pelanggan potensial dan membagikan konten yang menarik.

Google My Business dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas lokal bisnis. Dengan mendaftarkan bisnis di platform ini, informasi kontak, jam operasional, dan ulasan pelanggan dapat dengan mudah diakses oleh calon pelanggan.

Berpartisipasi dalam komunitas online dan bergabung dengan forum atau grup terkait industri dapat memperluas jaringan dan membangun hubungan dengan calon pelanggan.

Kolaborasi dengan influencer yang memiliki audiens sesuai dengan target pasar juga dapat menjadi strategi efektif. Mereka dapat membantu mempromosikan produk atau layanan kepada audiens mereka.

Program loyalitas dan diskon dapat menjadi insentif bagi pelanggan setia. Dengan memberikan nilai tambah, bisnis dapat membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan retensi.

Terakhir, terapkan evaluasi dan analisis kinerja secara rutin. Dengan menggunakan data dan analisis, bisnis dapat memahami efektivitas kampanye pemasaran dan mengadaptasi strategi yang lebih sukses.

10. Scale Up Your Business

Untuk mengembangkan bisnis ke level lebih tinggi, langkah pertama yang perlu diambil adalah terus meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Fokus pada inovasi dan perbaikan terus-menerus akan memberikan nilai tambah kepada pelanggan, mempertahankan loyalitas, dan meraih pangsa pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, membentuk tim profesional menjadi kunci dalam memperkuat fondasi bisnis. Melalui rekrutmen yang cermat, pilihlah individu dengan keahlian dan pengalaman sesuai kebutuhan perusahaan.

Menetapkan platform rekrutmen yang efektif dan menentukan tipe pekerja yang dibutuhkan akan memastikan bahwa tim tersebut dapat mendukung pertumbuhan bisnis dengan optimal.

Memberdayakan tim dengan pelatihan yang relevan adalah langkah selanjutnya. Ini akan membantu dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan tim, meningkatkan kapabilitas individu, dan pada gilirannya, meningkatkan kinerja keseluruhan tim.

Menetapkan tujuan dan KPI yang jelas akan memberikan arah bagi tim. Ini juga akan mempermudah evaluasi kinerja dan progres bisnis secara keseluruhan.

Tidak kalah pentingnya, penggunaan teknologi dan sistem yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional. Otomatisasi proses bisnis akan mengurangi beban kerja manual dan meningkatkan produktivitas.

Fokus pada pemasaran dan ekspansi merupakan strategi lanjutan. Dengan meningkatkan upaya pemasaran, perusahaan dapat memperluas jangkauan dan mendapatkan pangsa pasar baru. Ekspansi geografis atau diversifikasi produk juga dapat menjadi langkah strategis untuk pertumbuhan bisnis.

Langkah terakhir, yaitu menganalisis dan mengukur kinerja secara rutin adalah keharusan. Dengan menggunakan data untuk mengidentifikasi area perbaikan, bisnis dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan memastikan kelangsungan pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Siap untuk mengambil bisnis Anda ke level berikutnya? Mulai terima pembayaran dengan mudah dan aman melalui dompet digital BATPay! Dalam era digital saat ini, jangan sampai ketinggalan untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis Anda dengan solusi pembayaran yang canggih.

Referensi:

Haan, K. (2023, December 28). How to start a business in 11 steps (2024 guide). Forbes Advisor. https://www.forbes.com/advisor/business/how-to-start-a-business/

Mizzart Al Fatih
Mizzart Al Fatih
Content writer aneka topik: finansial, kesehatan, dan video game.

Artikel Terkait

Ide Bisnis Sampingan
Bisnis Anak Muda
Usaha Sampingan Karyawan
30 Ide Usaha Sampingan Karyawan yang Sibuk!
Scroll to Top
Share to...