10 menit dibaca

Manfaat Membayar Pajak Bagi Masyarakat Dan Negara

Manfaat Membayar Pajak

Pajak seringkali dianggap sebagai beban oleh banyak orang. Faktanya, membayar pajak adalah tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, pajak adalah iuran yang harus diserahkan oleh orang pribadi atau badan kepada negara secara paksa berdasarkan Undang-Undang.

Dengan membayar pajak, tandanya kamu berkontribusi untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat membayar pajak bagi masyarakat dan negara yang mungkin belum kamu ketahui sepenuhnya juga akan menjelaskan konsep pajak, fungsi pajak, dan macam-macam pajak yang ada di Indonesia.

Baca juga:  Yuk Pahami Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal!

Apa itu Pajak?

​Pajak adalah salah satu konsep yang sangat penting dalam sistem pembiayaan negara. Secara sederhana, pajak dapat dianggap sebagai kontribusi wajib yang harus dibayar oleh individu dan perusahaan kepada pemerintah. Namun, pajak memiliki peran yang lebih kompleks dan penting dalam perekonomian suatu negara.

Melalui pajak, pemerintah dapat mendapatkan dana untuk membiayai pengeluaran publik, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Pajak juga berperan dalam menciptakan keadilan dan redistribusi kekayaan di masyarakat, dengan mengharuskan mereka yang memiliki penghasilan lebih tinggi untuk membayar pajak yang lebih besar.

Pajak juga berfungsi sebagai pengendali ekonomi. Dengan mengatur tarif pajak pada berbagai sektor ekonomi, pemerintah dapat mendorong atau menghambat pertumbuhan sektor tertentu. Misalnya, pemerintah dapat memberikan insentif pajak kepada industri yang dianggap strategis untuk mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja. Di sisi lain, mereka juga dapat menerapkan pajak yang lebih tinggi pada sektor yang berisiko atau berdampak buruk bagi lingkungan.

Meskipun seringkali dianggap memberatkan, manfaat yang diberikan oleh pajak sangatlah signifikan. Melalui pembayaran pajak yang tepat, kita semua dapat memperoleh manfaat berupa infrastruktur yang baik, layanan publik yang memadai, dan masyarakat yang lebih adil secara ekonomi.

Baca juga: 15 Cara Menghemat Listrik Yang Praktis Dan Efektif

Fungsi Pajak

Pajak memiliki berbagai fungsi, apa saja? Simak dibawah ini.

Fungsi Anggaran

Fungsi anggaran pada pajak bertujuan sebagai sumber pemasukan keuangan negara yang digunakan untuk berbagai pembiayaan/pengeluaran rutin dan pembangunan negara, yang sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Contoh pembiayaan rutin negara seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dsb. Dan contoh untuk pembangunan negara adalah pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan pekerjaan, dan lain-lain.

Fungsi Mengatur (Regulerend)

Pajak memiliki peran sebagai instrumen kebijakan pemerintah yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, memungkinkan pemerintah untuk mengelola pertumbuhan ekonomi dan sosial secara lebih efektif melalui pengaturan pajak.

Contoh kebijakan terkait dengan barang produksi dalam negeri mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN), insentif pajak atau fasilitas pajak (tax allowance) untuk investasi baik di dalam maupun di luar negeri dengan tujuan meningkatkan investasi, kebijakan bea masuk yang lebih tinggi untuk produk impor guna melindungi industri lokal, dan kebijakan lainnya.

Fungsi Stabilitas

Pajak berfungsi sebagai alat untuk menjaga stabilitas perekonomian, misalnya dengan menyesuaikan tarif pajak sesuai dengan kondisi inflasi, deflasi, pertumbuhan, atau resesi.

Penerapan kebijakan pajak untuk meredam laju inflasi melibatkan berbagai instrumen, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikenakan pada properti, Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan pada pendapatan, dan Pajak Barang Mewah yang dikenakan pada barang-barang yang dianggap tidak esensial.

Fungsi Redistribusi Pendapatan

Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kekayaan antara golongan masyarakat, misalnya dengan menerapkan sistem pajak progresif, yaitu semakin tinggi pendapatan atau kekayaan seseorang, semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarnya. 

Contoh dari pajak progresif adalah pajak penghasilan (PPh) yang tarifnya meningkat seiring dengan kenaikan penghasilan, pajak warisan yang tarifnya meningkat seiring dengan kenaikan nilai warisan, dan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang tarifnya juga meningkat seiring dengan kenaikan nilai tanah dan bangunan tersebut.

Baca juga: 15 Tips Menabung Harian Yang Paling Efektif, Wajib Dicoba!

Manfaat Membayar Pajak Bagi Masyarakat

Tidak dapat disangkal bahwa absennya masyarakat dalam membayar pajak seringkali disebabkan oleh kurangnya informasi dan edukasi mengenai manfaat pajak. Setelah memahami fungsi pajak, sangat penting untuk mengetahui manfaat pajak secara lebih rinci.

1. Layanan Publik Berkualitas 

Pajak adalah sumber pendapatan utama bagi pemerintah. Dana yang diperoleh dari pajak digunakan untuk membiayai layanan publik seperti pendidikan, perawatan kesehatan, infrastruktur jalan, transportasi umum, dan banyak lagi. Hasilnya pada tahun 2023, pemerintah mengalokasikan 20% dari APBN untuk sektor pendidikan, 5% untuk sektor kesehatan, dan 10% untuk sektor infrastruktur.

2. Pengentasan Kemiskinan

Sebagian besar negara memiliki program bantuan sosial yang didanai melalui pajak. Program ini membantu mereka yang membutuhkan, seperti keluarga miskin atau tunawisma. 

Salah satu program bantuan sosial yang ada di Indonesia adalah Program Keluarga Harapan (PKH), yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin yang memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, atau penyandang disabilitas. Pada tahun 2023, pemerintah menargetkan 15 juta keluarga penerima PKH dengan anggaran sebesar Rp 45 triliun.

3. Kesehatan dan Keamanan

Dana pajak juga digunakan untuk membiayai layanan keamanan seperti polisi, pemadam kebakaran, dan militer. Ini menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta memberikan perlindungan bagi warga negara.

4. Pendidikan yang Lebih Baik

Pajak juga mendukung sistem pendidikan. Dana ini digunakan untuk memperbarui fasilitas sekolah, membayar gaji guru, dan menyediakan bahan ajar. Dengan membayar pajak, masyarakat berinvestasi dalam masa depan generasi mendatang. 

Misalnya, pada tahun 2023, pemerintah mengeluarkan Rp 550 ribu per siswa per bulan untuk biaya operasional sekolah (BOS) di tingkat SD, SMP, dan SMA. Pemerintah juga memberikan bantuan beasiswa dan bantuan biaya kuliah (BBK) kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

5. Infrastruktur dan Transportasi

Dengan membayar pajak artinya juga mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, dan sistem transportasi umum. Sehingga membuat mobilitas lebih mudah dan membantu pertumbuhan ekonomi.

Dan pada tahun 2023, pemerintah menyelesaikan pembangunan Tol Trans Jawa sepanjang 1.167 km, yang menghubungkan Merak di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Pemerintah juga mengoperasikan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, yang melayani sekitar 500 ribu penumpang per hari.

6. Keseimbangan Sosial

Melalui pajak progresif, yang artinya mereka dengan penghasilan lebih tinggi membayar lebih banyak pajak, masyarakat dapat berpartisipasi dalam menciptakan keseimbangan sosial yang lebih adil. Pajak membantu mengurangi kesenjangan pendapatan dan mendukung distribusi kekayaan yang lebih merata.

Tarif pajak penghasilan (PPh) pada tahun 2023 untuk orang pribadi berkisar antara 5% hingga 35%, tergantung pada besarnya penghasilan kena pajak. Pemerintah juga memberlakukan pajak atas barang mewah (PPnBM) sebesar 10% hingga 200% untuk barang-barang seperti mobil, perhiasan, dan tas. 

7. Kontribusi Sosial

Membayar pajak adalah bentuk kontribusi sosial yang penting. Hal tersebut merupakan cara warga negara berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik, mengatasi tantangan sosial, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

dengan membayar pajak, masyarakat ikut mendanai program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat (PIS), Program Indonesia Kerja (PIK), dan lain-lain.

8. Kepatuhan Hukum

Membayar pajak adalah kewajiban hukum. Dengan mematuhi kewajiban pajak, masyarakat memastikan mereka berada dalam batas hukum dan tidak akan menghadapi konsekuensi hukum yang mungkin timbul akibat penghindaran pajak.

Misal, jika masyarakat tidak melaporkan atau membayar pajak sesuai ketentuan, mereka bisa dikenakan sanksi administratif berupa denda, bunga, atau kenaikan tarif pajak. Dalam kasus yang lebih serius, mereka bisa dikenakan sanksi pidana berupa penjara atau denda.

Baca juga: Kenali Apa Itu Administrasi Keuangan, Fungsi, dan Tujuannya Bagi Perusahaan

Manfaat Pajak Bagi Pengusaha

Membayar pajak bagi pengusaha di Indonesia memiliki sejumlah manfaat, baik secara individu atau pengusaha itu sendiri untuk perkembangan ekonomi negara. Berikut adalah beberapa manfaat membayar pajak bagi pengusaha di Indonesia:

1. Kepatuhan Hukum

Membayar pajak adalah kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh setiap perusahaan. Dengan mematuhi hukum pajak, perusahaan dapat menjaga reputasi baik dan menghindari konsekuensi hukum yang serius.

Jadi, jika perusahaan tidak melaporkan atau membayar pajak sesuai ketentuan, mereka bisa dikenakan sanksi administratif berupa denda, bunga, atau kenaikan tarif pajak. 

Dalam kasus yang lebih serius, bisa dikenakan sanksi pidana berupa penjara atau denda

2. Stabilitas Lingkungan Bisnis

Pajak yang dibayarkan oleh perusahaan membantu menjaga stabilitas lingkungan bisnis. Dana yang dikumpulkan dari pajak digunakan oleh pemerintah untuk menyediakan layanan publik, infrastruktur, dan keamanan yang mendukung aktivitas bisnis.

Pemerintah mengalokasikan 10% dari APBN untuk sektor infrastruktur, 5% untuk sektor pertahanan dan keamanan, dan 5% untuk sektor kesehatan pada tahun 2023.

3. Akses Layanan Publik

Dana pajak yang disumbangkan oleh perusahaan digunakan untuk membiayai layanan publik seperti pendidikan, perawatan kesehatan, dan infrastruktur transportasi. Dengan begitu akan tercipta lingkungan yang dimana tenaga kerjanya menjadi lebih sehat, terdidik, dan produktif. 

Seperti yang sudah disebutkan diatas mengenai dana BOS untuk masyarakat, Pemerintah juga memberikan bantuan beasiswa dan bantuan biaya kuliah kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

4. Pengembangan Infrastruktur

Sebagian besar pajak digunakan untuk mengembangkan dan memelihara infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara. Infrastruktur yang baik meningkatkan efisiensi logistik dan distribusi produk.

Sebagai contoh, pada tahun 2023 pemerintah menyelesaikan pembangunan Tol Trans Jawa sepanjang 1.167 km, yang menghubungkan Merak di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Pemerintah juga mengoperasikan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, yang melayani sekitar 500 ribu penumpang per hari.

5. Pemberian Insentif

Beberapa pemerintah memberikan insentif pajak kepada perusahaan yang berinvestasi dalam sektor-sektor tertentu atau proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Ini dapat membantu perusahaan menghemat uang dan mendorong investasi.

Pemerintah juga memberikan keringanan pajak atau fasilitas pajak (tax allowance) untuk penanaman modal baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggiring penanaman modal yang lebih besar. Pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan, energi terbarukan, dan industri padat karya.

6. Pengembangan Tenaga Kerja

Dana pajak juga digunakan untuk mendukung pendidikan dan pelatihan. Yang berarti bahwa perusahaan dapat mengakses tenaga kerja yang lebih terdidik dan terlatih, yang dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi.

Contohnya, pemerintah menyediakan program Kartu Prakerja, yang memberikan bantuan biaya pelatihan bagi pekerja, pencari kerja, atau pelaku usaha. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.

7. Kepentingan Bersama dalam Ekonomi yang Stabil

Pembayaran pajak oleh perusahaan merupakan kontribusi langsung dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pajak mendukung pemerintah dalam mengelola defisit anggaran dan menjaga keseimbangan ekonomi yang sehat.

Pada tahun 2023, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 3,21% dari PDB, yang lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,34%. Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak dan mengurangi belanja tidak produktif.

8. Legitimasi Bisnis

Membayar pajak adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk membuktikan legitimasinya sebagai entitas bisnis yang sah. Ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan investor.

Dengan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), perusahaan dapat memperoleh berbagai kemudahan dalam bertransaksi, seperti mendapatkan faktur pajak, mengajukan klaim pajak, dan mendapatkan surat keterangan pajak. NPWP juga menjadi syarat dalam mengurus perizinan usaha, mengikuti tender, dan mendapatkan kredit bank.

9. Keuntungan Bisnis

Beberapa biaya bisnis dapat dikurangkan dari pajak penghasilan, seperti biaya operasional, gaji karyawan, dan investasi dalam teknologi dan inovasi. Ini dapat mengurangi beban pajak perusahaan dan meningkatkan keuntungan bersih.

Perusahaan juga dapat mengurangkan biaya sewa, listrik, telepon, bahan baku, peralatan, perlengkapan, dan lain-lain dari penghasilan kena pajak, sehingga dapat mengurangi biaya penyusutan aset tetap, seperti gedung, mesin, kendaraan, dan lain-lain dari penghasilan kena pajak.

10. Reputasi dan Tanggung Jawab Sosial

Manfaat membayar pajak dengan patuh menciptakan reputasi positif bagi perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab sosial, sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan konsumen.

Dengan membayar pajak, perusahaan pun ikut mendanai program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, seperti Program Keluarga Harapan, Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat dan lain-lain. Perusahaan juga dapat menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, seperti dengan membayar pajak lingkungan, pajak sumber daya alam, dan pajak karbon.

Baca juga: 13 Rahasia Tips Cara Hidup Hemat yang Mudah Diterapkan

Kenali Macam-Macam Pajak

Pajak di Indonesia terdiri dari berbagai macam, antara lain:

  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Nah, itu dia artikel tentang manfaat membayar pajak bagi masyarakat dan negara. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran SOBATPay akan pentingnya membayar pajak. Ingat, membayar pajak adalah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Yuk, bayar pajakmu dengan mudah, cepat, dan aman hanya di BATPay! 

Karena, dengan membayar pajak di dompet digital BATPay tandanya kamu ikut berkontribusi untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.

 

Referensi:

Home – BAKEUDA. (2021, July 6). BAKEUDA. https://bakeuda.agamkab.go.id/Home/view/22#:~:text=Pajak%20digunakan%20untuk%20membiayai%20anggaran,rutin%20negara%20dan%20melaksanakan%20pembangunan

Kenali Manfaat Pajak Bagi Masyarakat dan Negara. (n.d.). https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/kenali-manfaat-pajak-bagi-masyarakat-dan-negara

Pentingnya Pembayaran Pajak untuk Negara. (n.d.). https://pajakku.com/read/5da03b54b01c4b456747b729/Pentingnya-PembayaranPajak-untuk-Negara

Al Dard Siregar
Al Dard Siregar
SEO Content Writer at a Financial Technology (FinTech) Company.

Artikel Terkait

Kenali Manfaat Escrow Account Demi Keamanan Finansial Kamu Terjamin!
Latte Factor
Piramida Keuangan
Scroll to Top
Share to...