16 menit dibaca

Panduan Perencanaan Keuangan Pribadi yang Efektif untuk Sukses Finansial!

perencanaan keuangan pribadi

Perencanaan keuangan pribadi adalah proses merencanakan dan mengelola keuangan secara mandiri untuk mencapai tujuan hidup di masa kini hingga mendatang. Perencanaan keuangan pribadi melibatkan pengambilan keputusan tentang pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, asuransi, dan pensiun. Perencanaan keuangan pribadi penting untuk dilakukan karena dapat membantu mengontrol keuangan, mengantisipasi kebutuhan dan risiko di masa depan, serta mewujudkan impian atau mencapai financial goals kamu.

Baca juga: 13 Rahasia Tips Cara Hidup Hemat yang Mudah Diterapkan

Tujuan Perencanaan Keuangan Pribadi

Perencanaan keuangan pribadi memiliki beberapa tujuan, antara lain:

Mengidentifikasi Tujuan Keuangan Pribadi

Tujuan keuangan pribadi adalah hal-hal yang ingin dicapai dan biasanya tujuan keuangan pribadi dapat berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada usia, status, kebutuhan, dan preferensi. Contoh besar dari tujuan keuangan pribadi adalah membeli rumah, menikah, menempuh pendidikan, berlibur, membuka usaha, dan sebagainya. SOBATPay perlu menentukan tujuan keuangan pribadi secara spesifik, terukur, realistis, dan berbatas waktu agar tujuan keuangan tersebut segera terealisasi.

Mencapai Kebebasan Keuangan

Kebebasan keuangan (Financial Freedom) adalah kondisi di mana kamu sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus bekerja atau bergantung pada orang lain. Financial Freedom dapat dicapai dengan memiliki aset keuangan yang cukup untuk menghasilkan pendapatan pasif yang melebihi pengeluaran. Untuk mencapainya, SoBATPay harus menabung dan berinvestasi secara konsisten dan cermat.

Persiapan untuk Pensiun

Pensiun adalah masa di mana berhenti bekerja dan mulai menuai hasil kerja. Pensiun membutuhkan persiapan yang matang karena di masa tersebut kamu tidak akan memiliki pendapatan tetap lagi. Jadi, perlu menghitung berapa besar dana pensiun yang dibutuhkan untuk hidup nyaman dan sejahtera di masa tua. Usahakan untuk memilih produk pensiun yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.

Menghadapi Krisis Keuangan

Situasi di mana kamu mengalami kesulitan keuangan akibat hal-hal yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, bencana, atau kenaikan harga bisa dibilang kamu berada di posisi krisis keuangan. Krisis keuangan dapat mengganggu rencana dan tujuan keuangan jika tidak siap menghadapinya. 

Maka dari itu, SOBATPay perlu memiliki dana darurat yang dapat menutupi pengeluaran selama beberapa bulan jika terjadi krisis keuangan. Jangan lupa untuk memiliki asuransi jiwa dan kesehatan yang dapat melindungi kamu dan keluarga dari risiko keuangan akibat kematian atau penyakit.

Optimalisasi Pengeluaran dan Pendapatan

Optimalisasi pengeluaran dan pendapatan adalah proses mengatur pengeluaran dan pendapatan agar sesuai dengan prioritas dan tujuan keuangan. Hal ini dilakukan supaya pengeluaran dan pendapatan dapat membantu kamu menghemat uang, mengurangi utang, meningkatkan tabungan, serta memperbesar investasi. Tidak lupa juga untuk membuat anggaran pribadi yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, serta mengevaluasi dan menyesuaikannya secara berkala.

Baca juga: 10 Panduan Lengkap Cara Memulai Usaha Dari Nol

Langkah-langkah dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Untuk membuat perencanaan keuangan pribadi yang efektif, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

a. Menilai Kondisi Keuangan Saat Ini

Langkah pertama dalam perencanaan keuangan pribadi adalah menilai kondisi keuangan terkini. Mengetahui berapa besar aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran menjadi hal yang utama. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui berapa besar nilai kekayaan bersih, rasio utang terhadap pendapatan, rasio tabungan terhadap pendapatan, dan rasio pengeluaran terhadap pendapatan kamu. Membuat laporan keuangan pribadi yang berisi neraca keuangan dan laporan arus kas bisa membantu kamu untuk menilai kondisi keuangan terkini.

  • Membuat Laporan Keuangan Pribadi

Laporan keuangan pribadi adalah dokumen yang mencatat semua aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran. Laporan keuangan pribadi terdiri dari dua bagian, yaitu neraca keuangan dan laporan arus kas.

Neraca keuangan adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan pada tanggal tertentu. Neraca keuangan terdiri dari tiga komponen, yaitu aset, kewajiban, dan nilai kekayaan bersih.

  • Menghitung Pendapatan dan Pengeluaran

Setelah membuat laporan keuangan pribadi, selanjutnya adalah menghitung pendapatan dan pengeluaran secara rinci. Hal tersebut dilakukan agar kamu mengetahui berapa besar pendapatan bersih, pengeluaran total, pengeluaran wajib, pengeluaran tidak wajib, dan sisa pendapatan.

Untuk menghitung pendapatan dan pengeluaran, kamu bisa menggunakan rumus berikut:

Pendapatan Bersih = Pendapatan Total – Pajak – Potongan Lainnya

Pengeluaran Total = Pengeluaran Tetap + Pengeluaran Variabel

Pengeluaran Wajib = Pengeluaran Tetap

Pengeluaran Tidak Wajib = Pengeluaran Variabel

Sisa Pendapatan = Pendapatan Bersih – Pengeluaran Total

Contoh:

Pendapatan Total = Rp 10.000.000

Pajak = Rp 1.000.000

Potongan Lainnya = Rp 500.000

Pendapatan Bersih = Rp 10.000.000 – Rp 1.000.000 – Rp 500.000 = Rp 8.500.000

Pengeluaran Tetap = Rp 3.000.000

Pengeluaran Variabel = Rp 4.000.000

Pengeluaran Total = Rp 3.000.000 + Rp 4.000.000 = Rp 7.000.000

Pengeluaran Wajib = Rp 3.000.000

Pengeluaran Tidak Wajib = Rp 4.000.000

Sisa Pendapatan = Rp 8.500.000 – Rp 7.000.000 = Rp 1.500.000

b. Menetapkan Tujuan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Langkah kedua dalam perencanaan keuangan pribadi adalah menetapkan tujuan keuangan. Kamu harus menentukan apa yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perlu juga menentukan kapan kamu ingin mencapai tujuan keuangan tersebut.

Biasanya tujuan keuangan jangka pendek dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti membayar utang, menabung untuk liburan, membeli barang elektronik, dan sebagainya dan membutuhkan dana yang tidak terlalu besar, tetapi memerlukan komitmen dan disiplin yang tinggi.

Kalau tujuan keuangan jangka panjang, biasanya dicapai dalam waktu lebih dari satu tahun, seperti membeli rumah, menikah, menempuh pendidikan, membuka usaha, dan lain sebagainya. Pastinya membutuhkan dana yang cukup besar dan memerlukan perencanaan hingga strategi yang matang.

Untuk menetapkan tujuan keuangan, kamu bisa menggunakan metode SMART yang sangat membantu kamu untuk mencapainya, yaitu:

Specific (Spesifik)

Kamu perlu menentukan tujuan keuangan secara jelas dan detail, seperti berapa besar dana yang dibutuhkan, apa yang ingin dibeli atau dilakukan, dan sebagainya.

Measurable (Terukur)

Setelah menentukan tujuan keuangan yang spesifik dan jelas, selanjutnya pastikan kamu menentukan ukuran atau indikator yang dapat mengukur kemajuan dan pencapaian tujuan keuangan, seperti berapa banyak yang dibutuhkan, berapa persen tabungan yang sudah terkumpul, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Achievable (Dapat Dicapai)

Ketika merumuskan resolusi keuangan, penting untuk memastikan bahwa tujuan dapat dicapai dan tidak terlalu sulit diwujudkan. Salah satu masalah umumnya adalah menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi. Seperti kata pepatah yang menganjurkan untuk bermimpi setinggi-tingginya, tetapi untuk resolusi harus nyata. 

Resolusi seharusnya menjadi rencana tindakan dari sebuah mimpi. Bagi target ke dalam periode tertentu untuk memastikan pencapaian tersebut. Contohnya, tujuan memiliki Rp50 juta dalam dua tahun untuk uang muka mobil bisa terlihat sulit, tetapi dengan investasi seperti reksadana dan memanfaatkan return-nya dapat membantu mencapai tujuan lebih cepat.

Realistic (Realistis)

Terukurnya tujuan keuangan kamu dapat memberikan gambaran realistis untuk tujuan keuangan tersebut, agar sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan keuangan kamu, seperti melihat berapa besar pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi, serta apa saja risiko dan hambatan yang mungkin dihadapi kedepannya.

Time-bound (Berbatas waktu yang jelas)

Langkah terakhir dalam membuat resolusi adalah menetapkan batas waktu untuk mencapai setiap tujuan keuangan. Batas waktu diperlukan agar kamu dapat konsisten dalam menyiapkan dana secara bertahap sesuai kemampuan.

Dengan memberikan batas waktu, resolusi kamu bisa lebih terfokus, dan kamu pun dapat mencapai banyak tujuan. Misalnya, untuk resolusi yang memerlukan banyak dana, kamu bisa membuat batas waktu yang lebih singkat dan bertahap. Cara ini memungkinkan kamu mencapai target-target kecil secara bertahap, menuju pencapaian target akhir yang manis.

Kamu juga perlu menentukan batas waktu atau deadline untuk mencapai tujuan keuanganmu, seperti bulan, tahun, atau tanggal tertentu.

Contoh:

Tujuan Keuangan Jangka Pendek: Membayar hutang kartu kredit sebesar Rp 10.000.000 dalam waktu 6 bulan.

  • Spesifik: Membayar utang kartu kredit sebesar Rp 10.000.000
  • Terukur: Membayar Rp 1.666.667 per bulan
  • Realistis: Sesuai dengan sisa pendapatan sebesar Rp 1.500.000 per bulan
  • Berbatas Waktu: 6 bulan

Tujuan Keuangan Jangka Panjang: Membeli rumah seharga Rp 500.000.000 dalam waktu 10 tahun.

  • Spesifik: Membeli rumah seharga Rp 500.000.000
  • Terukur: Menabung Rp 4.166.667 per bulan dengan asumsi bunga 6% per tahun
  • Realistis: Sesuai dengan sisa pendapatan sebesar Rp 1.500.000 per bulan dan investasi sebesar Rp 2.666.667 per bulan
  • Berbatas Waktu: 10 tahun

c. Membuat Anggaran Pribadi

Langkah ketiga dalam perencanaan keuangan pribadi adalah membuat anggaran pribadi. Anggaran pribadi merupakan rencana keuangan yang mencerminkan pendapatan dan pengeluaran selama periode tertentu, biasanya satu bulan. Anggaran pribadi dapat membantu kamu mengatur pengeluaran agar sesuai dengan prioritas dan tujuan keuangan. Anggaran pribadi juga dapat membantu kamu untuk menghemat uang, mengurangi utang, meningkatkan tabungan, dan memperbesar investasi.

Untuk membuat anggaran pribadi, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini.

Pengelompokan Pengeluaran

Anda perlu mengelompokkan pengeluaran Anda menjadi tiga kategori, yaitu:

Pengeluaran Primer

Pengeluaran yang harus dibayar setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, minuman, tempat tinggal, transportasi, internet, dll. Pengeluaran primer biasanya tidak dapat dikurangi atau dihindari.

Pengeluaran Sekunder

Pengeluaran yang dapat dipilih untuk membayar atau tidak untuk memenuhi kebutuhan tambahan kamu, seperti membeli pakaian baru, nongkrong di coffee shop, mengembangkan diri dengan ikut kursus, dan sebagainya. Nah, untuk pengeluaran sekunder biasanya bisa kamu kurangi atau hindari.

Pengeluaran Tersier

Pengeluaran yang dapat dipilih untuk membayar atau tidak untuk memenuhi keinginan kamu, seperti berlibur keluar kota, membeli barang mewah, menjalani hobi, dan lain-lain.

Kamu dapat menggunakan persentase tertentu untuk mengalokasikan pengeluaran dalam setiap kategori, misalnya 50% untuk pengeluaran primer, 30% untuk pengeluaran sekunder, dan 20% sisanya untuk pengeluaran tersier. Persentase ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi kamu sendiri.

Menyusun Rencana Pengeluaran dan Tabungan

Kamu juga perlu menyusun rencana pengeluaran dan tabungan berdasarkan pengelompokan pengeluaran yang telah dilakukan. Seperti menentukan berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk setiap kategori dan subkategori pengeluaran. Jangan lupa mengalokasikannya untuk tabungan dan investasi kamu.

Bisa dengan menggunakan aplikasi, software di PC, atau spreadsheet yang tersedia secara online untuk menyusun rencana pengeluaran dan tabungan. Atau kamu bisa membuatnya secara manual dan konvensional dengan menggunakan kertas dan kalkulator saja. Yang terpenting, kamu harus menyusun rencana pengeluaran dan tabungan yang sesuai dengan pendapatan bersih dan tujuan keuangan.

Contohnya:

Pendapatan Bersih = Rp 8.500.000

Pengeluaran Primer = 50% x Rp 8.500.000 = Rp 4.250.000

Pengeluaran Sekunder = 30% x Rp 8.500.000 = Rp 2.550.000

Pengeluaran Tersier = 20% x Rp 8.500.000 = Rp 1.700.000

Tabungan = 10% x Rp 8.500.000 = Rp 850.000

Investasi = 10% x Rp 8.500.000 = Rp 850.000

Contoh Table Rencana Pengeluaran dan Tabungan:

Kategori Subkategori Anggaran
Pengeluaran Primer Makanan dan Minuman Rp 1.500.000
Tempat Tinggal Rp 1.500.000
Transportasi Rp 750.000
Lain-lain Rp 500.000
Pengeluaran Sekunder Pakaian Rp 500.000
Hiburan Rp 500.000
Pendidikan Rp 500.000
Kesehatan Rp 500.000
Lain-lain Rp 550.000
Pengeluaran Tersier Liburan Rp 500.000
Barang Mewah Rp 500.000
Hobi Rp 500.000
Lain-lain Rp 200.000
Tabungan Tabungan Rp 850.000
Investasi Investasi Rp 850.000

d. Investasi untuk Masa Depan

Langkah keempat dalam perencanaan keuangan pribadi yang tidak kalah penting adalah investasi untuk masa depan. Penanaman modal atau uang dalam suatu instrumen atau produk keuangan dapat memberikan keuntungan atau imbal hasil di masa depan. Dengan begitu, investasi dapat membantumu mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti membeli rumah atau tanah, menikah, melanjutkan pendidikan, membuka usaha, dan lain-lain. Investasi juga bertujuan untuk mencapai kebebasan keuangan (financial freedom) hingga persiapan pensiun.

Dalam berinvestasi untuk masa depan, perlu melakukan hal-hal seperti:

  • Pilihan Investasi yang Tepat

Memilih investasi yang tepat sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko adalah hal yang penting. Ketahui karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan risiko dari berbagai jenis investasi, seperti saham, obligasi, reksadana, deposito, emas, properti, dan lainnya. Jangan lupa untuk mencari tahu berapa besar return yang diharapkan dan biaya yang dikeluarkan dari setiap investasi diatas.

Kamu dapat menggunakan metode return on investment (ROI) untuk membandingkan dan mengevaluasi investasi. ROI adalah rasio antara keuntungan bersih dan modal yang diinvestasikan. ROI dapat dihitung dengan rumus berikut:

ROI = (Keuntungan Bersih – Modal) / Modal x 100%

Contoh:

Kamu berinvestasi di saham A sebesar Rp 10.000.000. Setelah satu tahun, kamu menjual saham tersebut sebesar Rp 12.000.000. Biaya transaksi saham A adalah Rp 200.000.

Keuntungan Bersih = Rp 12.000.000 – Rp 10.000.000 – Rp 200.000 = Rp 1.800.000

ROI = (Rp 1.800.000 – Rp 10.000.000) / Rp 10.000.000 x 100% = 18%

  • Diversifikasi Portofolio Investasi

Melakukan diversifikasi portofolio investasi juga penting agar mengurangi risiko dan meningkatkan return. Diversifikasi portofolio investasi adalah proses menyebar modal atau uang dalam berbagai jenis investasi yang memiliki korelasi rendah atau negatif. 

Korelasi adalah ukuran seberapa besar hubungan antara dua investasi. Korelasi dapat berkisar dari -1 hingga 1. Korelasi -1 berarti dua investasi bergerak berlawanan arah, korelasi 0 berarti dua investasi tidak memiliki hubungan, dan korelasi 1 berarti dua investasi bergerak searah.

Dengan diversifikasi portofolio investasi, kamu bisa mengurangi risiko yang disebabkan oleh fluktuasi harga atau pasar dari satu investasi. Kamu juga bisa meningkatkan return dengan memanfaatkan peluang dari berbagai investasi. 

Atau kamu bisa menggunakan metode Markowitz untuk menyusun portofolio investasi yang optimal, yaitu portofolio investasi yang memberikan return tertinggi dengan risiko terendah.

Untuk menggunakan metode Markowitz ini kamu harus mengetahui berapa besar return dan risiko dari setiap investasi, serta berapa besar korelasi antara investasi. Tentukan juga berapa besar return yang diharapkan dan risiko yang dapat diterima dari portofolio investasi tersebut. Gunakan beberapa aplikasi saham yang tersedia secara online untuk menghitung dan mengelola portofolio investasi agar lebih optimal.

Contoh:

Kamu memiliki Rp 10.000.000 untuk berinvestasi, dan kamu memilih tiga jenis investasi, yaitu saham, obligasi, dan reksa dana. Berikut adalah data return, risiko, dan korelasi dari ketiga investasi tersebut:

Investasi Return Risiko

Korelasi

Saham 15% 20% 1
Obligasi 10% 10% -0.5
Reksa Dana 12% 15% 0.5

Jika kamu mengharapkan return sebesar 12% dan dapat menerima risiko sebesar 15% dari portofolio investasi, kamu dapat menggunakan metode Markowitz untuk menyusun portofolio investasi yang optimal. Dan hasilnya seperti dibawah ini:

 

Investasi

Bobot

Jumlah

Saham 25% Rp 2.500.000
Obligasi 50% Rp 5.000.000
Reksa Dana 25% Rp 2.500.000

Portofolio investasi yang optimal adalah dengan mengalokasikan 25% modal di saham, 50% di obligasi, dan 25% di reksa dana. Dengan portofolio investasi seperti tadi, kamu bisa mencapai return sebesar 12% dengan risiko sebesar 15%.

Baca juga: 15 Tips Menabung Harian Yang Paling Efektif, Wajib Dicoba!

e. Melindungi Aset dan Kesejahteraan Keluarga

Langkah selanjutnya adalah melindungi aset dan kesejahteraan keluarga. Pastikan bahwa aset dan kesejahteraan keluarga kamu tidak terganggu atau hilang akibat hal-hal yang tidak terduga, seperti kematian, penyakit, kecelakaan, bencana, atau pencurian. Gunakanlah asuransi jiwa dan kesehatan, serta dana darurat untuk mencegah hal tersebut.

  • Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan salah satu produk keuangan yang memberikan perlindungan finansial kepada kamu dan keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti sakit yang harus rawat inap dan lainnya. Asuransi jiwa dan kesehatan ini bisa kamu gunakan untuk membayar biaya pengobatan, perawatan, atau pemakaman, serta memberikan uang santunan atau penggantian pendapatan kepada ahli waris.

Untuk memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, kamu perlu membayar premi secara berkala kepada perusahaan asuransi yang kamu pilih. Premi adalah jumlah uang yang dibayar untuk mendapatkan manfaat asuransi. Besarnya premi tergantung pada jenis, cakupan, dan masa berlaku asuransi, serta faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, dan gaya hidup.

Pilihlah asuransi jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Cari tahu dan kenali berbagai jenis asuransi jiwa dan kesehatan, seperti asuransi jiwa tradisional, asuransi jiwa unit link, asuransi kesehatan rawat inap, asuransi kesehatan rawat jalan, asuransi kesehatan kritis, dan sebagainya. Cari juga berapa besar manfaat, klaim, dan syarat dan ketentuan dari asuransi jiwa dan kesehatan yang akan dipilih.

  • Dana Darurat

Dana darurat merupakan uang yang disimpan di tempat yang aman dan mudah diakses untuk mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan dana mendesak, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, kecelakaan, bencana, atau perbaikan rumah. Dana darurat dapat membantu mengatasi krisis keuangan tanpa harus mengganggu rencana dan tujuan keuangan.

Untuk memiliki dana darurat, diperlukan menabung secara rutin dan disiplin dari pendapatan tetap. Tentukan berapa besar dana darurat yang dibutuhkan, tergantung pada pengeluaran bulanan dan tingkat risiko. 

Umumnya, dana darurat setara dengan tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan kamu.

Menyimpan dana darurat di tempat yang aman dan mudah diakses sangatlah penting, simpanlah di rekening tabungan, deposito, atau instrumen pasar uang. Kamu bisa memilih tempat penyimpanan yang memberikan bunga yang cukup tinggi, biaya yang rendah, dan likuiditas yang juga tinggi. Hindari menyimpan dana darurat di tempat yang berisiko, seperti saham, obligasi, atau properti.

Baca juga: Dana Darurat: Pentingnya Memiliki Cadangan Keuangan untuk Menghadapi Tantangan Tak Terduga

Hambatan dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Perencanaan keuangan pribadi tidak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan harapan. Mungkin kamu akan menghadapi beberapa hambatan dalam perencanaan keuangan pribadi, seperti beberapa hal dibawah ini.

Kesalahan Umum dalam Mengelola Keuangan Pribadi

Dalam prosesnya kamu bisa saja melakukan beberapa kesalahan umum dalam mengelola keuangan pribadi, seperti:

  • Tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas dan terukur
  • Tidak memiliki anggaran pribadi yang realistis dan disiplin
  • Tidak menabung dan berinvestasi secara konsisten dan cerdas
  • Tidak adanya asuransi jiwa dan kesehatan yang cukup
  • Dan juga tidak memiliki dana darurat yang memadai
  • Menggunakan hutang atau kredit secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab
  • Mengikuti tren atau gaya hidup konsumtif tanpa mempertimbangkan kemampuan keuangan
  • Tidak memantau dan menyesuaikan rencana keuangan secara berkala

Kesalahan-kesalahan ini dapat mengakibatkan kamu mengalami masalah keuangan, seperti kekurangan uang, hutang menumpuk, gagal mencapai tujuan keuangan, atau bahkan yang terburuk mungkin bisa saja bangkrut. 

Hindari atau memperbaiki kesalahan-kesalahan diatas dengan belajar dan berlatih mengelola keuangan pribadi dengan baik.

Tantangan Mental dan Emosional dalam Pengambilan Keputusan Keuangan

Selain kesalahan diatas, kamu akan menghadapi beberapa tantangan mental dan emosional dalam pengambilan keputusan keuangan, seperti.

  • Ketidaktahuan
  • Ketakutan
  • Serakah
  • Pola pikir yang perlu diubah

Kamu bisa mengatasi atau mengurangi tantangan-tantangan di atas dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan keuangan, serta mengendalikan emosi dan perilaku agar tetap fokus.

Strategi dan Tips untuk Sukses dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Untuk sukses dalam perencanaan keuangan pribadi, kamu dapat menerapkan beberapa strategi dan tips berikut.

Konsistensi dalam Menyusun dan Mengikuti Rencana Keuangan

Pastikan menyusun rencana keuangan yang sesuai dengan tujuan, kondisi keuangan. Ikuti rencana keuangan dengan disiplin dan komitmen. Mengevaluasi dan menyesuaikan rencana keuangan secara berkala sesuai dengan perubahan situasi dan kebutuhan juga perlu.

Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan keuangan kamu secara terus-menerus. Cari dan manfaatkan sumber informasi, edukasi, dan pelatihan keuangan yang tersedia dan terpercaya, seperti buku tentang keuangan dari dasar, artikel keuangan di BATPay, video youtube di channel yang membahas finansial dan keuangan, podcast, webinar, kursus, maupun seminar.

Konsultasi dengan Ahli Keuangan atau Penasehat Keuangan

Konsultasi dengan ahli keuangan atau penasehat keuangan yang profesional dan berpengalaman bisa menjadi salah satu tips yang tepat. Karena, dengan konsultasi kamu akan mendapatkan saran, bantuan, atau rekomendasi keuangan yang objektif, independen, dan sesuai dengan kebutuhan. Pilihlah ahli keuangan atau penasehat keuangan yang memiliki lisensi, sertifikat, atau akreditasi yang resmi dan terakui.

Memantau dan Menyesuaikan Rencana Keuangan Secara Berkala

Memantau dan menyesuaikan rencana keuangan secara berkala menjadi strategi dan tips selanjutnya. Cek dan ukur kemajuan atau pencapaian tujuan keuangan  dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah, hambatan, atau kesalahan keuangan. Ambilah tindakan korektif atau preventif untuk memperbaiki atau mencegah masalah pada tujuan keuangan kamu.

Kesimpulan

Perencanaan keuangan pribadi adalah proses merencanakan dan mengelola keuangan secara mandiri untuk mencapai tujuan keuangan seperti financial freedom. Yang melibatkan pengambilan keputusan tentang pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, asuransi, dan pensiun.

Perencanaan keuangan pribadi ini penting untuk dilakukan karena secara tidak langsung dapat membantu kamu mengontrol dan mengelola keuangan dengan lebih baik dan tepat sehingga mengantisipasi kebutuhan dan risiko di masa depan seperti mewujudkan impian dan cita-cita pensiun di usia yang muda.

Salah satu kunci untuk mengambil kendali atas keuangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik adalah dengan menggunakan BATPay untuk memiliki perencanaan keuangan pribadi. Dengan begitu, kamu dapat mendorong kesadaran dan tanggung jawab keuangan kamu sepenuhnya. 

Sumber Referensi:

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/LiterasiPerguruanTinggi/assets/pdf/Buku%209%20-%20Perencanaan%20Keuangan.pdf

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-jakarta1/baca-artikel/15332/Rencanakan-Keuanganmu-Amankan-Hidupmu.html

 

Al Dard Siregar
Al Dard Siregar
SEO Content Writer at a Financial Technology (FinTech) Company.

Artikel Terkait

Punya Rencana Merantau ke Ibukota? Berikut Estimasi Biaya Hidup Di Jakarta!
Generasi Sandwich
gaya hidup minimalis
Scroll to Top
Share to...